Senin, 09 September 2013

Kunjungan Inspirasional Seorang Teman

Hari itu, Sabtu, 24 Agustus 2013 jam 18.00 Wita, Orang Kampoeng mendapatkan kunjungan dari seorang teman yang penasaran. Teman itu berasal dari Manado, Bpk. Yudi, seorang pengusaha yang bergerak di bidang Komputer di salah satu bilangan Mall terkenal di Manado.

Ya, dia penasaran dengan pesona alam Modoinding yang selama ini dilihat hanya lewat berita koran, blog dan media-media internet lainnya.

Dia datang bersama anaknya, Alfa.
Mengusung rasa penasaran pada keindahan alam Modoinding, kesejukan alamnya, dan semangat kerja keras warganya yang terkenal sebagai petani-petani handal.

Well, kembali ke Laptop!
Sesampainya di Modoinding, tepatnya di Desa Makaaroyen, tourist kita ini langsung mengomentari kondisi hawa udaranya yang dingin-dingan enak. Unik dan asyik, katanya.

Menghabiskan waktu bertahun-tahun di Bandung, dia sering ke daerah Lembang, saat menempuh pendidikannya, membuat dia terbiasa dengan kondisi udara yang sejuk dingin.
'Tapi Modoinding beda! Lebih dingin, lebih sejuk dan udaranya jauh lebih bersih dan sehat! Ini kemewahan! Betul-betul kemewahan! Sungguh sebuah anugerah bisa hidup dan menghabiskan masa tua di tempat seperti ini.' demikian komentarnya bersemangat.

Malam itu, kami habiskan dengan banyak membahas masalah suasana alam Modoinding, budaya masyarakatnya, serta membahas kemungkinan-kemungkinan investasi di masa mendatang. Heheheehhe... dasar teman ini memang otak pengusaha, mudah-mudahan penulis bisa 'ta jangke' hoki... :)

Sekira Pukul 24.00 Wita kamipun sudah beranjak ke peraduan masing-masing. Tentunya, dengan bantuan empat lembar selimut tebal bagi 'orang baru' agar tidak menggigil kedinginan saat tidur. Maklum, Thermometer dinding ruangan di rumah penulis menunjukkan angka empat belas derajat Celcius kala itu.

Pagi harinya, tanggal 25 Agustus 2013, dimulai dengan minum kopi untuk membantu tubuh membakar kalori demi menghalau dinginnya hawa udara pagi subuh yang menusuk tulang. Setelahnya, tiga puluh menit kemudian kami lanjutkan dengan sarapan nasi putih dan lauk babi hutan yang dilengkapi dengan aneka sayur khas Modoinding.


Apa yang akan kami lakukan hari ini adalah yang menjadi tujuan kedatangan mereka. Berkeliling wilayah Hortikultura Modoinding, melihat Danau Mooat, dan menonton aksi para cross rider 'KALERO' yang berani dan terampil. Resiko bagi para pengendara dan penumpangnya, tapi menghibur bagi yang melihatnya, apalagi orang dari luar Modoinding.
Transportasi wisata paling asyik, pinjam dari Om Utu Takalawangi

Perlengkapan yang diperlukan sudah disiapkan.Motor 'garo tanah', Kamera Sony Cybershoot, Topi Bareta. Saatnya menemani hunting gambar sang tourist yang penasaran. Waktunya jalan-jalan. Ingat! waktu kita terbatas, karena di hari Minggu mayoritas warganya akan menyisihkan waktu untuk beribadah di gereja-gereja, karena Modoinding adalah wilayah dengan masyarakat religius yang beragama Kristen.

Just take the picture, please!

Sebuah hari yang sangat menyenangkan dan berisi. Karena sejauh mata memandang, semua yang terlihat bisa menjadi obyek foto. Ke barat, ke timur, Selatan dan Utara semuannya inidah. Sangat berkualitas, tertata secara alamiah, dikerjakan secara tradisional, dan dihamparkan dengan cantik oleh kuasa Ilahi.
Inilah Modoinding, Bro! Welcome to 'Taman Eden di Minahasa Selatan'
Untuk Sebuah Memori

Ladang Daun Bawang di Desa Makaroyen

Dari bukit dekat SMK

Memandang alam dari atas bukit


Ladang Daun Bawang di Perkebunan Insil

Ladang Kol

Danau Mooat, dari tepi jalan antara Sinisir - Guaan
Waktunya pulang para petani Modoinding

Hasil Panen

Foto yang paling diburu karena keunikannya... cita rasa Modoinding!



Setelah puas jalan-jalan dan hunting foto di Modoinding, jam 14.00, sang tourist kembali ke Manado.


'Ini adalah pengalaman baru yang akan selalu dirindukan. Di waktu-waktu mendatang, saya pasti akan sering berkunjung ke sini. Mohon maaf sebelumnya, karena pasti saya datang tidak sendiri. Saya akan ajak saudara-saudara, teman dan kerabat saya melihat Modoinding. Tak terkecuali relasi bisnis saya dari Jakarta dan Bandung, supaya mereka tahu bahwa Sulut lebih indah dan lebih subur. Jika dimaksimalkan, ini full satu kecamatan segala sudut pandangnya indah, bukan hanya di tempat-tempat tertentu. Asli satu kecamatan indah sekali. Apalagi kalau sudah ditata dengan maksimal. Hati-hati! Ubud bisa kalah jauh!' demikian komentarnya berapi-api sebelum dia berlalu, menembus udara sejuk Modoinding, berkelok-kelok dan menurun.Si pengelana alam sudah turun gunung.

Datang lagi ya, jangan bosan-bosan, karena orang kampoeng senantiasa menerima siapapun yang mau berkunjung ke Modoinding, apalagi yang berniat baik bagi warga dan alamnya...


Daftar Blog 'Orang Kampoeng'